Pakaian Ihram Bagi Laki-Laki Adalah? Berikut Maknanya!

Tidak hanya perempuan, pakaian ihram bagi laki-laki adalah hal penting yang harus diperhatikan. Pasalnya, aturan pakaian ini masuk ke dalam rukun haji dan umroh. Karena untuk menunaikan ibadah suci di Mekkah, sebagai umat Islam hendaknya melapangkan hatinya dengan tidak menggunakan aksesoris berlebihan demi mencari ridho-Nya.

Untuk itu, ada aturan-aturannya tersendiri dalam berpakaian selama masa haji dan umroh berlangsung. Kami akan jelaskan di bawah ini tentang ihram beserta dengan informasi penting lainnya yang akan menambah bekal pengetahuan Anda selama nanti melangsungkan ibadah haji atau umroh di Tanah Suci, Mekkah. 

Pengertian Ihram

Memahami pakaian ihram bagi laki-laki adalah hal yang sama penting dengan mengetahui pakaian ihram wanita. Akan tetapi, akan lebih baik jika kita tentang pengertian ihram terlebih dahulu.

Ketika seseorang ingin melaksanakan ibadah haji dan umroh dan sampai di Miqat, tentunya ia akan memakai kain putih yang dinamakan sebagai kain ihram. Model pakaian ini hampir serupa dengan kain panjang yang diselempangkan bagi para jamaah laki-laki. 

Pakaian ini digunakan sebagai pakaian yang dikenakan untuk bertamu ke rumah suci Allah. Sampai di sini, mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa baju ihram semuanya berwarna putih. 

Hal tersebut dikarenakan ibadah haji dan umroh adalah kegiatan berziarah atau bertamu ke rumah Allah, atau dalam bahasa Arab disebut sebagai “Baitullah”. Mengenakan ihram sendiri merupakan tahap awal saat melaksanakan ibadah haji dan umroh, dibarengi dengan niat. 

Dengan kata lain, kain ihram adalah simbol pelepasan atribut keduniawian yang umum melekat pada manusia. 

Hingga dianggap sebagai kembali fitrah seperti masa di mana manusia pertama kali dilahirkan, suci dan bersih. Semua manusia, baik itu laki-laki dan wanita, kaya dan miskin, tua dan muda, semuanya akan terlihat sama di mata Allah SWT.

Makna Pakaian Ihram Menurut Penjelasan Ibnu Abbas

Memahami makna pakaian ihram bagi laki-laki adalah hal yang penting agar timbul rasa semakin nyaman saat mengenakannya. Salah satu sahabat Nabi yang dijuluki “lautan ilmu”, Ibnu Abbas, memiliki renungannya sendiri tentang pakaian ihram. 

Bahkan Imam Abu Bakar al-Bakri dalam Hasyiyah I’anatut Thalibin mengutip penjelasan dari ar-Raudl al-Faiq, menjelaskan bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya tentang hikmah dari “perilaku” di dalam ibadah haji. 

Ibnu Abbas menerangkan bahwa tidak ada satupun dari beberapa perilaku haji dan yang berkaitan dengannya, kecuali di dalamnya terdapat hikmah yang mendalam, nikmat dan cerita yang lengkap, sesuatu dan rahasia yang setiap mulut akan kesusahan menjelaskannya. Sama seperti ketika melakukan Tahallul.

Bahkan Ibnu Abbas menerangkan bahwa ada 3 makna yang berkaitan dengan pakaian ihram. Berikut penjelasannya.

1. Menyesuaikan Pakaian dengan Siapa Kita Bertemu

Jika bicara soal pakaian ihram bagi laki-laki adalah hal wajib saat haji dan umroh, hal tersebut sebenarnya dapat dilihat dari contoh kecil dari kebiasaan manusia setiap harinya. Di mana kita adalah makhluk hidup yang memiliki akal. 

Untuk itu, kita sering sekali melakukan kebiasaan jika bertamu atau mendatangi sebuah acara, pastinya akan memilih menggunakan pakaian yang paling sesuai, rapi, dan membanggakan diri sendiri. 

Dari hal tersebut, hendaknya dapat diambil kesimpulan bahwa kewajiban menggunakan ihram adalah sebagai bentuk menghormati sang Pencipta atas keagungannya. 

Akan tetapi, pakaian ihram hanyalah kain putih biasa yang tidak berjahit sedikitpun. Tentu, ini sangat bertolak belakang dengan kebiasaan manusia di dunia yang hampir seluruh pakaian yang kita punya memiliki jahitan dan model yang mewah. 

Sebagai manusia, kita wajib bisa menyesuaikan kepada siapa kita akan berkunjung dan bertamu. Jika biasanya memiliki pakaian yang berbeda-beda untuk pergi ke rumah saudara, pasar, kantor, dan lainnya, namun untuk berkunjung ke rumah Allah ini hanyalah menggunakan pakaian kain yang berwarna putih. 

Ini menjadi bentuk kesadaran umat Islam bahwa semua manusia sama di mata Allah SWT. Tidak hanya itu, menggunakan ihram juga bisa menjadi bentuk untuk meninggalkan hal-hal duniawi yang sering menjadikan manusia berkelompok. 

Dengan meninggalkan urusan dunia selama masa haji dan umroh, diharapkan ibadah yang dilaksanakan di Masjidil Haram ini dapat khusyuk, tenang, aman, dan benar-benar merasakan pengalaman batin yang sangat mendalam. 

2. Mengenakan Ihram Seperti Kembali Fitrah

Mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki adalah bentuk dari rasa fitrah kembali. Di mana para jamaah meninggalkan segala sesuatu yang berkaitan dengan duniawi (baik harta dan benda). Ini diibaratkan seperti seorang bayi yang baru saja lahir dari rahim ibunya tanpa mengenakan pakaian sehelaipun. 

Hal ini bisa dimaknai bahwa mengenakan pakaian ihram adalah bentuk dari sebuah perilaku pemakainya dalam melepas hal keduniawian. Tidak ada hal lain yang yang mewah dari dirinya, selain menutup aurat dan keikhlasan hatinya saat menjalankan ibadah haji dan umroh.

3. Mengingatkan Umat Islam Hari Hisab Nanti

Baik wanita dan pakaian ihram bagi laki-laki adalah sebagai bentuk peringatan para umat Islam dengan keadaan kita nanti saat akan dihisab oleh Allah SWT, seperti yang diterangkan pada firman Allah:

Melihat ketiga makna tersebut, Anda pastinya merasa sangat luar biasa dengan aturan memakai ihram ini. Karena untuk menghormati sang Pencipta di rumah suci-Nya, kita hendaklah meninggalkan urusan-urusan duniawi seperti yang terkandung pada pakaian ihram.

Apakah Pakaian Ihram Bagi Laki-Laki Adalah Syarat untuk Menunaikan Haji dan Umroh?

Baik untuk wanita ataupaun pakaian ihram bagi laki-laki adalah salah satu dari beberapa hal yang wajib dilakukan saat hendak melaksanakan ibadah haji dan umroh di tanah suci. 

Terlebih, hukum memakai ihram ini adalah wajib dan tidak boleh dilewatkan oleh semua jamaa yang akan melangsungkan ibadah haji dan umroh. Pasalnya, jika tidak melakukannya, maka ibadah yang dijalankan di kota Mekkah tersebut akan dianggap tidak sah, ataupun bisa sah jika jamaah membayar denda atau dam.

Selain itu, mengenakan pakaian ihram menjadi sebuah tanda dari dimulainya ibadah haji dan umroh. Bahkan terdapat aturan-aturan yang berlaku seperti hal yang dilarang dan tidak dilarang saat menggunakan pakaian ihram. 

Cara Mengenakan Pakaian Ihram untuk Laki-Laki dan Perempuan

Cara mengenakan pakaian ihram tentu saja penting untuk dipahami. Pasalnya, ada perbedaan cara penggunaan ihram antara laki-laki dan perempuan. Untuk itu, simak penjelasannya di bawah ini. 

Cara Pakai Ihram untuk Laki-Laki

Di dalam hal berpakaian, ada beberapa hal yang harus dipahami, khususnya untuk jamaah haji dan umroh laki-laki. 

Ada beberapa larangan yang diharamkan untuk digunakan, salah satunya adalah pakaian berjahit. Namun cara mengenakan pakaian ihram bagi laki-laki adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan lembar kain putih yang panjang dan tebal untuk menutupi bagian bawah. Hal ini bertujuan supaya tidak menyulitkan jamaah yang akan melaksanakan ibadah sholat.
  • Mandi besar atau junub terlebih dahulu sebelum jamaah memakai pakaian ihram. Lafadzkan juga niat mandi berihram.
  • Jamaah laki-laki harus melepaskan celana dalam. Pasalnya, mengenakan pakaian dalam dari kain yang dijahit dilarang, jadi celana dalam harus dilepas saat mengenakan ihram
  • Saat ingin menggunakan ihram ke tubuh, bentangkan kedua kaki yang kira-kira selebar bentangan bahu. Hal ini ditujukan untuk menjaga kenyamanan jamaah saat berjalan
  • Pastikan semua aurat tertutup rapi. Batas aurat untuk jamaah laki-laki adalah pusar. Jadi, pastikan pusar tertutup oleh kain ihram sampai batas lutut. Akan tetapi, jangan sampai mata kaki tertutup. Idealnya, ihram dikenakan oleh jamaah laki-laki untuk menutup aurat dari pusar sampai ke betis
  • Pakai sabuk supaya balutan kain ihram bagian bawah bisa lebih kencang
  • Saat Thawaf, pastikan bahu kanan terbuka. Selempangkan lembar kain ihram di bagian atas yang semula menutup kedua bahu ke bawah ketiak kanan dan lampirkan ke bahu kiri. Anda bisa menutupnya kembali jika ingin melaksanakan shalat.

Cara Pakai Ihram untuk Perempuan

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah penting dipahami. Namun sama pentingnya dengan cara penggunaan ihram perempuan yang harus diketahui oleh semua calon jamaah. 

Untuk wanita, ihram tidak boleh sampai menutup bagian wajah dan telapak tangan. Selain itu, tidak boleh juga ada jahitan pada kain ihram yang digunakan. Berikut beberapa hal dari cara menggunakan ihram untuk perempuan:

  • Bagian kain untuk bawahan harus sepanjang tumit
  • Jamaah wanita harus mengenakan kaos kaki
  • Boleh menggunakan sepatu yang tidak bertumit dan memiliki bahan karet
  • Baju lengan atas harus sepanjang pergelangan tangan
  • Kerudung yang dikenakan harus panjang sampai menutupi dan melebihi bagian dada

Jika dilihat dari cara mengenakannya, ihram untuk wanita hampir sama dengan pemakaian mukena saat hendak melakukan sholat.

Hal-Hal Yang Dilarang Saat Memakai Ihram

Setelah memahami cara pakaian ihram bagi laki-laki adalah hal yang tidak begitu sulit, para jamaah juga harus memahami bahwa terdapat larangan saat mengenakannya. 

Hal ini jika dilanggar, maka akan membuat ibadah haji atau umrah yang dijalani tidak sah, ataupun bisa sah jika membayar denda atau dam. Berikut adalah hal-hal yang dilarang selama berihram:

  • Mencukur atau memotong rambut (rambut di seluruh bagian tubuh)
  • Memoton kuku
  • Menutup kepala saat berihram (untuk jamaah laki-laki)
  • Mengenakan cadar dan sarung tangan karena bisa menutupi wajah dan telapak tangan (untuk jamaah wanita)
  • Mengenakan pakaian berjahit
  • Membunuh hewan buruan
  • Mengadakan akad nikah
  • Melakukan pertengkaran dan perkelahian
  • Melakukan jima’ atau hubungan suami istri (termasuk bermesraan)

Tips Memilih Kain Ihram Yang Tepat

Untuk wanita atau pakaian ihram bagi laki-laki adalah pakaian yang seharusnya nyaman digunakan untuk semua jamaah selama melaksanakan ibadah haji atau umroh nantinya. Oleh karenanya, Anda bisa perhatikan beberapa tips di bawah ini untuk memilih pakaia ihram yang paling tepat. 

Pilih Jenis Kain Katun dan Rayon

Saat memilih pakaian ihram laki-laki dan wanita yang nyaman, Anda bisa memilih jenis kain katun atau rayon. 

Pasalnya, kedua bahan tersebut bisa membuat kulit yang mengenakannya bernapas lega. Karena Anda harus mengenakan pakaian ihram sampai di Padang Arafah (ibadah haji) dan saat Tawaf, maka pilihlah bahan yang menyerap keringat saat kepanasan nantinya. 

Pilih Warna Kain Putih

Karena pakaian yang disunnahkan oleh Nabi SAW adalah putih, maka akan lebih baik jika Anda memilih kain ihram dengan warna putih. Sebenarnya, ada beberapa pendapat dari ulama yang memperbolehkan jamaah haji mengenakan ihram dengan warna lain seperti hitam, namun anjurannya mengikuti sunnah Nabi. 

Pilih Ukuran Yang Bisa Menutup Aurat

Karena ingin bertamu ke rumah Allah, maka sudah pasti kita sebagai tamu harus memantaskan cara berpakaian dengan menutup aurat. Untuk itu, pilihlah kain ihram yang ukurannya bisa menutup aurat Anda. 

Pilih Kain Yang Longgar

Untuk wanita, disarankan memilih pakaian ihram yang longgar sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Hal ini untuk menghindari pandangan lawan jenis. Ini juga supaya mendapatkan rasa nyaman ketika melakukan Sa’i.

Pilih Kain Yang Tidak Berjahit

Ingat, salah satu yang dilarang dalam berihram adalah mengenakan pakaian yang berjahit. Maka dari itu, Anda bisa memilih kain ihram polos dan tidak berjahit.

Kesimpulan

Pakaian ihram bagi laki-laki adalah sama hukumnya dengan pakaian ihram wanita yang masuk ke dalam rukun haji maupun umroh. 

Jika Anda sudah siap dan memiliki niat untuk melaksanakan ibadah suci di rumah Allah, Anda bisa menggunakan Travel Umroh Murah Jakarta. Di sana, Anda akan mendapatkan arahan haji dan umroh terbaik, lengkap dengan pemahaman ihram. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eight + five =